Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

Gigi Impaksi (Impacted Teeth)

Gigi impaksi adalah suatu keadaan dimana benih gigi yang akan tumbuh terhalang pertumbuhannya. Sehingga mengakibatkan gigi tidak keluar secara normal. Penyebab gigi impaksi adalah rahang yang terlalu kecil dan ukuran gigi yang terlalu besar, sehingga mengakibatkan penumpukan. Ada yang mengganggap penyebab lain gigi impaksi adalah pada kebiasaan masyarakat modern yang suka makan makanan yang lembek-lembek sehingga membuat rahang tidak aktif mengunyah, sedangkan makan makanan yang berserat perlu kekuatan rahang. Mengunyah lebih lama justru  membuat rahang kita berkembang dengan baik. Dan seperti diketahui sendi-sendi di ujung rahang merupakan titik tumbuh rahang. Kalau proses pengunyahan kurang sendipun kurang aktif, sehingga rahang tidak berkembang dengan semestinya dan salah satu akibatnya adalah gigi tumbuh dengan tidak normal. Salah satu contoh kasus diatas adalah salah satu pasien saya mengeluhkan gigi geraham kanan bawah sering sakit pada saat makan, demam, sering bengkak, pendar…

Torus Palatinus

Torus palatinus (benjolan) atau pembesaran pada rongga mulut yang terjadi di daerah palatum / langit-langit. Torus palatinus bukan suatu penyakit atau tanda dari suatu penyakit. Jika ukurannya besar mungkin akan bermasalah pada pemakaian gigi palsu. Penyebab dari torus palatinus tidak diketahui secara pasti. Karena bukan suatu penyakit, maka perlu menenangkan pasien bahwa keadaan tersebut bukan suatu penyakit atau keganasan tertentu. Jika tidak ada keluhan, maka tidak perlu dilakukan perawatan. Dan khusus torus palatinus yang mengganggu pada pasien yang memakai gigi palsu sebaiknya dilakukan pembedahan.

Pasang Kawat Gigi Harus Rajin Kontrol

Salah satu pasien datang ke tempat praktek dengan kondisi gigi yang tidak rapi. Dia ingin mempunyai bentuk gigi yang rapi dalam waktu singkat, dengan alasan untuk daftar TNI/Polri. Dan tentu saja hal tersebut tidak mungkin bisa merubah sesuatu dengan cara instan. Dengan permintaan seperti itu, sebagai dokter gigi harus bisa menjelaskan proses untuk menjadi rapi tidak mudah dan tidak sebentar. Akhirnya pasien bisa menyadari keadaan tersebut. Dan singkat cerita pasien melakukan pemasangan kawat gigi atau behel dengan segala konsekuensi yang harus dilakukan ketika sudah memasang kawat gigi. Seminggu setelah pemasangan, biasalah pasien kawat gigi akan datang kembali untuk membetulkan kawat yang lepas akibat salah makan. Tapi setelah itu biasanya pasien akan mulai terbiasa untuk hati-hati dalam urusan makan biar kawatnya tidak lepas. Biasanya saya menganjurkan pasien untuk kontrol sebulan sekali untuk merapikan kawatnya kembali dan yang lainnya. Dan alhamdulillah setelah 2 kali kontrol, m…

Perawatan Saluran Akar (lagi)

Pada kali ini saya mendapat kasus gigi geraham satu kanan bawah dengan keluhan ada polip pulpa. Kemudian dilakukan pemeriksaan dengan perkusi (+), palpasi (+), chloretyl (+) dan didapati dinding dasar kavitas gigi bawah bagian belakang sudah pendek. Dengan keadaan seperti itu, maka dilakukan perawatan saluran akar dan penambalan tetap. Hasil sebelum dan sesudah bisa dilihat seperti gambar di bawah.

Pulpitis

Pulpitis?? Apa itu ? Mungkin banyak yang tidak tau apa itu pulpitis. Pulpitis merupakan infeksi gigi akibat dari karies. Karies??? Apa lagi itu? Jadi karies itu sama aja dengan gigi berlubang. Nah kalo pulpitis berarti infeksi yang diakibatkan oleh gigi berlubang. Pasti tau kan rasanya seperti apa kalo sakit? Biasanya nyeri spontan, cekot - cekot atau nyut-nyut hehehe. Solusinya adalah pemberian analgetik dan antibiotik, konservasi ( penambalan dan perawatan saluran akar), dan solusi terakhir adalah pencabutan gigi.

Valplast ( Gigi Tiruan Lepasan )

Kali ini saya mau coba berbagi contoh kasus gigi tiruan lepasan yg dibuat oleh tukang gigi beberapa tahun yg lalu.
Pasien ngerasa ga pede dengan gigi palsu tersebut dan akhirnya minta dibikinkan gigi tiruan lepasan yang baru biar lebih enak dilihat. Setelah saya periksa, ternyata masih ada sisa akarnya. Mestinya sisa akar tersebut harus dibuang terlebih dahulu.
Maka sisa akar tersebut, saya lakukan pencabutan gigi. Baru setelah itu dilakukan pencetakan untuk dibuatkan gigi tiruan yg baru. Berdasarkan pengamatan saya terhadap pasien, saya menyarankan menggunakan valplast (gigi tiruan lepasan yg lentur tapi cekat) biar hasilnya lebih bagus.
Hasil sebelum dan sesudahnya seperti gambar di bawah ya.

Perawatan Saluran Akar

Berikut ini adalah kasus gigi 46 (gigi geraham 1 kanan bawah) dengan dinding kavitas bagian distal (belakang) sudah pecah sedikit dan dinding dasar kavitas pecah.
Pasien datang dengan keluhan sakit gigi sudah 3-4 hari.
Kemudian dilakukan tindakan dengan perkusi(+)  palpasi (+). Dan ternyata dinding pulpa sudah terbuka. Solusi dari masalah tersebut adalah dilakukan preparasi saluran akar. Dan gigi tetap dipertahankan dengan penambalan komposit.